Pasar Tebet misalnya, lantai basement dipenuhi oleh para pembuat kartu undangan. Berbagai model dan warna tersedia di sini. Ketika saya berkunjung, pemesanan sedang meningkat. Sehingga tak seorang pun yang dapat melayani saya dengan ‘khusus’, mereka melakukannya sambil terus melakukan pekerjaannya: merekatkan undangan, membentuknya serta mengemasnya. Pasar tetaplah pasar, kita harus pintar menawar. Walaupun harganya sudah lebih murah dibandingkan percetakan diluar sana, yang konon juga mencetak di pasar ini, tetap saja tawar-menarawar menjadi bagian lekat dengan pasar tradisional kita. Satu hal yang menarik di pasar ini, toko yang ber-AC menawarkan harga sedikit lebih mahal untuk produk yang persis sama dengan toko yang hanya menggunakan kipas angin.


Untuk los pasar di depannya menjual bunga dekorasi. Mulai dari pohon palem, dedaunan hingga bunga-bungaan. Sungguh menakjubkan melihat hamparan bunga hebras. Bunga-bunga ini sudah di ikat-ikat menjadi 50 sampai 100 tangkai. Beberapa bunga indah bahkan baru pertama kali saya jumpai disana.


Bertangkai-tangkai bunga matahari… cantik sekali. Pantas saja, beberapa pasang calon pengantin bahkan melakukan foto pre-weding mereka di pasar ini.



No comments:
Post a Comment