Friday, March 27, 2009

cerita pre-wedding ku

Nentuin tema dan pre-wednya sendiri susah-susah gampang.. banyak ide seliweran tapi ketika aplikasinya itu loh.. ada aja yang jadi masalah.. dari mulai urusan kostum + dandanan, lokasi pemotretan sampe mengatur mood aq dan cami.


Sejak Desember ’08 lalu kami udah niatin untuk prewed. Tema awalnya adalah kerja. Ide ini diambill karena kami bertemu pertama kali di kantor. Kostumnya tentu saja pakaian kebesaran: kemeja, rok, blazer plus sepatu pantofel untuk aku; kemeja, celana bahan, jas/vest, dasi plus sepatu pantofel untuk Iman. Sketsa layout dan perlengkapan udah disiapln. Pas hari-H, karena tiba2 ujan sangat deres.. mood langsung turun jadilah kami cancel.


Setelahnya kerjaan mulai menumpuk, jadilah menunda dulu..


Februari kemarin, kami mencoba foto pre-wed lagi. Kali ini temanya diganti.. pake batik. Udah susah payah jahit baju baru baut aq & iman, pinginnya sih kembaran gitu.. pagi2 aq udah kesalon untuk hair-do, trus nyiapin segala perlengkapannya, berangkat menuju TKP..lagi2 ujan jadi penghalang.. hiks.. hiks..


Masuk akhir februari, aq udah mulai ill feel. Males aja kerana gagal terus, siapa yg engga bete coba.. karena sumber kegagalannya adalah ujan maka kami sempet juga kepikiran untuk indoor ajah.. nyari2 studio foto, dapet 1 rekomendasi yang oke. Studio ini juga yg pernah foto wisuda aq dan pre-wed abangku. Udah janjian aja tuh ma fotografernya: “besok yang jam 10 foto studio!”


Sepulangnya dari studio foto, diperjalanan kami berdiskusi lagi.. sebetulnya sih kami merasa foto studio itu datas banget hasilnya.. cami-ku masih penasaran untuk foto pre-wed outdoor..


Akhirnya 14 maret, kami meluncur ke bojong gede – kebun orang tuaku. Dengan tema: piknik. Rencananya kami mo yang santai2 aja engga perlu heboh yang penting kaminya happy. Sampe disana untuk menjaga mood, langsung deh kami foto narsis2an…


Hasilnya?.. Great!.. setidaknya versi kami.. Alhamdulillah selesai juga foto prewed-nya..


Tips: jaga mood happy sepanjang pemotretan..

Thursday, March 26, 2009

Menghitung porsi untuk catering

Aku baru saja mendapatkan tips baru tentang bagaimana menghitung berapa porsi makanan yang harus kita pesan untuk pesta pernikahan.

Penghitungan ini sangat bergantung pada beberapa hal:

  1. Lokasi, didalam atau luar kota, jarak resepsi dengan tempat tinggal mayoritas keluarga, rekan kerja atau teman sekolah/kampus, serta apakah tempat resepsi memiliki akses yang mudah.
  2. Waktu penyelenggaraan, ada masa dimana dalam 1 hari tamu menerima 2-3 undangan perhelatan yang berbarengan waktunya. Siang atau Malam. Untuk siang hari sebaiknya menu utama pilih yang aga' berat.


Perhitungannya untuk undangan 350:

(350 (Jumlah undangan) + 100 (perkiraan famili beserta keluarganya yg tinggal 1 kota) * 2)*80% => 720, untuk amannya 750 porsi.

Untuk pembagian buffee & gubugan biasanya menggunakan perbandingan 60:40

750*60% = 450 => untuk amannya pesan buffe 500 porsi saja

750*40%= 300 => dapat memesan 3 macam menu gubug dgn jumlah 150 porsi per menu.

Tambahkan es puter/dawet atau lainnya yg besifat ringan sebagai selingan.

Hhmm, Alhamdulillah engga meleset dari perkiraan awal.

Tuesday, March 24, 2009

last wedding ceklist

Ceklist ini dibuat berdasarkan review awal bulan ini.. hhmmm masi banyak ternyata..

1. Beskap dan jas nikah…
2. Cari Rumah ..

3. Beli emas untuk mahar
4. Urus kelengkapan KUA

5. rapat keluarga untuk penentuan kepanitiaan
6. Wedding cake... hhmmm kaya’nya engga perlu deh...
7. seragam panitia pria.. batik?!. trus yg perempuan?!..
8. balesan untuk keluarga Serang.. rendang, lapis surabaya, buah, apa lagi yah?!..
9. Penari

10. keyboarding + wedding singer
11. wedding song list
12. menu final
13. perias sodara & siapa aja yang di rias
14. yg bawa payung


harus tetap optimis nih bisa selesai paling engga minggu 1 april..

Monday, March 23, 2009

Pasar Tradisional di Jakarta

Mempersiapkan pernikahan membawa saya ke sudut-sudut pasar tradisional di kota Jakarta. Sangat menarik ternyata, meskipun dari luar kurang menarik.

Pasar Tebet misalnya, lantai basement dipenuhi oleh para pembuat kartu undangan. Berbagai model dan warna tersedia di sini. Ketika saya berkunjung, pemesanan sedang meningkat. Sehingga tak seorang pun yang dapat melayani saya dengan ‘khusus’, mereka melakukannya sambil terus melakukan pekerjaannya: merekatkan undangan, membentuknya serta mengemasnya. Pasar tetaplah pasar, kita harus pintar menawar. Walaupun harganya sudah lebih murah dibandingkan percetakan diluar sana, yang konon juga mencetak di pasar ini, tetap saja tawar-menarawar menjadi bagian lekat dengan pasar tradisional kita. Satu hal yang menarik di pasar ini, toko yang ber-AC menawarkan harga sedikit lebih mahal untuk produk yang persis sama dengan toko yang hanya menggunakan kipas angin.


Pasar bunga Rawa Belong. Pasar tradisional ini terletak cukup jauh, permata hijau, Jakarta Barat. Pasar ini terbagi atas 2 bagian, 1 bagian khusus untuk menjual bermacam-macam ronce melati. Semerbak melati langsung berebut masuk ke rongga penciuman saya. Sungguh kreatif dan cekatan, itu kesan pertama saya melihat para pekerja dengan cepatnya me-ronce melati pesanan. Mereka berjejer dengan rapi, hingga ke ujung lorong, semuanya melakukan hal yang sama: meronce!.










Untuk los pasar di depannya menjual bunga dekorasi. Mulai dari pohon palem, dedaunan hingga bunga-bungaan. Sungguh menakjubkan melihat hamparan bunga hebras. Bunga-bunga ini sudah di ikat-ikat menjadi 50 sampai 100 tangkai. Beberapa bunga indah bahkan baru pertama kali saya jumpai disana.










Bertangkai-tangkai bunga matahari… cantik sekali. Pantas saja, beberapa pasang calon pengantin bahkan melakukan foto pre-weding mereka di pasar ini.

Pasar pagi mangga dua. Payet dan mote untuk kebayalah yang membawa saya sampai ke pasar ini. Hampir satu lantai ini, dipenuhi oleh penjual payet dan mote. Ada yang impot dari korea, jepang dan Taiwan. Sedikit sekali payet buatan lokal. Kristal swavorsky adalah jenis yang paling dicari saat ini. Katanya sih, tren baju pengantin tahun 2009 adalah taburan batu kristal. Indah memang, meskipun harganya juga cukup menyesakkan. Bayangkan saja, 1 lusin yang isinya hanya 12 butir harganya bisa mencapai Rp. 15.000!

Alangkah terampilnya mereka.. mote2 dibuat menjadi boneka2 lucu dan sangat unik untuk pajangan di rumah.

kotak vs keranjang

konsep awalnya aku lebih memilih kotak daripada keranjang, karena:

1. kotak ketika acara telah selesai masih bisa digunakan sebagai kotak penyimpanan, kalo keranjang biasanya teronggok begitu saja di gudang..
2. dengan menggunakan kotak, tidak perlu susah-payah melipat isi seserahan menjadi bentuk2 ajaib seperti: mesjid, angsa dkk. - lucu sih tapi buat apa?!... begitu fikirku awalnya...

tetapi kenyataan berkata lain.. ortu cami-ku engga setuju, mereka tetep lebih suka keranjang.. karena:

1. yang namanya seserahan tetep harus di bentuk2 ajaib...
2. keranjangnya bisa di kasi ke sodara ato tetangga...

jadi.. alhasil.. seserahan-Qu nantinya akan tidak seragam... kotak + keranjang dicampur baur menjadi satu... :D

mungkin hasilnya akan lebih seru kali yah?!... heheheeh hope so!!...

undangan versi sms dan email

My Dear friends,


First of all we would like to apologize for not being able to deliver in hard copy of wedding invitation at this moments but we hope it does not make you less important, in fact you all are the reason why we want to have this celebration.


Our joy will be more complete with your presence and blessing in the wedding celebretion. Looking forward to see you in the 18th of April at 01.00pm - 03.00pm in Gedung Balai Rakyat, Jl. Bangau Raya, Depok 1 (near from SMP N 2 Depok). Akad nikah will be held in the same day at 10.00am - 11.00am in Masjid Alhidayah, Jl. Merpati Buntu, Depok 1.


With love,
Iman & Urie



Saturday, March 21, 2009

tumpukan undangan


selama ini aq bertanya-tanya: apa rasanya ketika nama kita tercantum di undangan?!...huuhhh I Feel Tremendously Happy!!... waw...
hari ini undanganku sampai.. setelah beberapa kali bolak-balik karena salah ini dan salah itu.. engga ada yang fatal sih.. Dummy undangan udah bagus tapi cetakan namanya itu loh kurang kurang kereng.. jadilah di sablon lagi dan terpaksa ganti kain...
akhirnya.. tumpukan undangan ini menanti dipasangin label untuk beberapa nama yang belum fix, rencananya minggu depan aku akan mulai keliling tuk nyebar undangan... :D
Alhamdulillah...